Editorial Majalah Madura Expose Edisi VII -April 2015

0
693
Ferry Arbania, Pimred Maduraexpose.com

“Musnahnya Abussidik Dibalik Koalisi Super Mantap Jilid Dua”

Oleh: Ferry Arbania, Pemimpin Redaksi (Pemred)  Madura Expose

José Maria de Eça de Queiroz, seorang penulis realis Portugis yang terkenal mengatakan, bahwa Politisi dan pempers (popok) bayi harus sering diganti dan keduanya dilakukan dengan alasan yang sama.

Terlepas apakah pasangan A.Busyro Karim – Soengkono Sidik (Abussidik) terpengaruh dengan teori  José Maria de Eça de Queiroz atau tidak,  kita melihat ada banyak kepentingan dan perbedaan yang kemudian mendominasi perjalanan dua tokoh tersebut selam kurang lebih 5 tahun memimpin Sumenep sejak pemilukada 2010 silam.

Pasangan Abussidik ini ‘lahir’ dari perkawinan politik (koalisi) semangka antar PKB dan PDIP beserta sejumlah partai pendukung lainnya. Suatu ketika, salah satu tokoh dari parpol pengusung itu mengkritik tajam bahwa salah satu kader terbaik parpol pengusung itu dianggap berkhianat dan tidak loyal.

Endingnya, Soengkono Sidik (wabup) tidak akan ‘dipakai’ lagi oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dalam Pilkada Sumenep 2015-2020. Sosok ini, oleh petinggi partai dianggap tidak loyal karena dikabarkan akan maju sendiri menjadi calon bupati priode ini.

Seiring waktu dan tahapan proses penjaringan sejumlah partai di Sumenep, muncul nama Achmad Fauzi, yang digadang-gadang sebagai calon wakil bupati  menggantikan posisi Soengkono Sidik. Fauzi dikenal sebagai pengusaha media asli Sumenep yang lama menetap di Jakarta dan memiliki  sebuah Pondok Pesantren ditepi kawasan tepi barat Ibu Kota.

Kesimpulan akhir, publik menilai, adanya pergantian Soengkono Sidik kepada Achmad Fauzi disinyalir menjadi prahara baru  dari runtuhnya pasangan Abussidik Jilid 2, seperti mimpi warga Jawa Timur pada pemilihan gubernur Jawa Timur, Soekarwo mampu mempertahankan ‘ban serepnya’ Gus Ipul sebagai Wakil Gubernur Jilid 2.

Dari runtuhnya Abussidik Jilid 2 inilah kemudian lahir koalisi baru dengan istilah Koalisi Super Mantap Jilid 2, yang menjadi tema penting dalam penerbitan majalah Madura Expose Edisi Bulan ini, April 2015.

Di edisi sepesial momentum Pilkada ini, saya juga ingin menyampaikan selamat datang kepada Moh.Sahnan, Zainal Abidin, Azasi Hasan, Dewi Khalifah Safraji, Iliyasi Siraj dan sederet tokoh penting lainnya yang akan berlomba merebut hati dikalangan warga Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Apapun partai politiknya, atau bahkan mungkin di jalur independent yang akan menjadi kendaraan memasuki gerbang politik Pilkada Sumenep priode 2015-2020, hanya satu yang selalu kami harapkan, yakni KESEJAHTERAAN DAN KEADILAN bagi seluruh masyarakat di ujung timur Pulau Madura ini. (*)

 

Sumber: Majalah Hukum dan Politik MADURA EXPOSE (Cetak)