Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

MADURAEXPOSE.COM– Pada tahun 2017 penyaluran beras untuk masyarakat sejahtra (rastra) di Desa Kapedi diduga tidak merata dan tidak sesuai dengan data keluarga penerima manfaat (KPM) tahun 2017.

Hal itu dikeluhkan oleh masyarakat sebagaimana yang disampaikan oleh Syauqi aktivis sumenep, dan salah satu masyarakat setempat yang berinisial “C” yang mengaku tidak kebagian selama ini.

“Berdasarkan keterangan warga setempat bahwa ada sekitar 5 orang yang namanya tercantum di data penerima namun selama tahun 2017 ada yang tidak dapat jatah beras sama sekali. Ada yang hanya dapat jatah 1x sampai 2x, padahal berdasarkan data realisasi penebusan beras, Desa Kapedi selama tahun 2017 sudah menebus sebanyak 7x.” katanya.

“Itu berdasarkan data penerima tahun 2017 dan data raelisasi penebusan rastra yang saya dapat dari Kabag Perekonomian Kabupaten Sumenep,” tuturnya.

“saya selama tahun 2017 tidak mendapat jatah sama sekali, dan bukan hanya saya ada juga beberapa warga yang hanya dapat jatah 1x ada juga yang hanya dapat 2x selama tahun 2017 ini” tambah warga yang namanya tercantum di data penerima rastra kepada wartawan kanal madura

Selain itu, menurut aktivis sumenep tersebut, ada permasalahan juga pada harga tebusan yang lebih tinggi nilai rupiahnya dibandingkan dengan yang semestinya.

“Kemaren di Desa Kapedi berasnya cair lagi, hanya saja berdasarkan informasi dari warga setempat harga tebusannya sebesar Rp 28000 tiap karungnya, padahal harusnya seharga Rp 24000 perkarung bulog yang berisi 15kg itu,” tandasnya.

Sampai berita ini ditulis bapak camat bluto belum bisa di hubungi karna ketika awak media kanal madura mencoba konfirmasi melalui via telfon tidak di angkat.

(kmc/qiy)

HotNews:  Inilah Daftar Korban KM Arim Jaya Terbaru