http://www.policeline.co/

___________________Mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat Dino Patti Djalal mengatakan, setiap negara yang mengalami pertumbuhan ekonomi akan menghadapi penyusutan jumlah petani. Yang terpenting, kata dia, tren penurunan itu harus diimbangi dengan peningkatan produktivitas di sektor pertanian. Dino pun menceritakan pengalamannya saat menyusuri wilayah di Missouri, Amerika Serikat, yang terkenal dengan kedelainya.

Ia mengatakan, jumlah petani di Amerika Serikat juga terus menyusut. Akan tetapi, ada perbedaan antara petani Amerika dengan Indonesia dalam hal produktivitas. Menurutnya, satu petani di Amerika memberi makan 235 orang sementara satu petani Indonesia hanya memberikan 3 hingga 4 orang.

“Yang ditakutkan kan banyak yang meninggalkan sektor pertanian, produksi pangan menyusut. Kita harus meniru Amerika. Semakin menyusut, tapi produktivitasnya meninggi,” kata Dino, dalam sebuah diskusi di Cianjur, Jawa Barat, Kamis (27/3/2014).

Peserta Konvensi Capres Partai Demokrat ini menambahka,n tren penyusutan petani seperti hukum alam. Berdasarkan data Bank Dunia, salah satu penyebabnya adalah penghasilan petani yang cenderung stagnan dibanding profesi-profesi lain.

“Makanya enggak heran kalau anak-anak petani melirik lapangan pekerjaan lain,” kata dia.

Terkait produktivitas, ia mengatakan, yang dilakukan petani Amerika adalah melakukan mekanisasi dan pembuatan bibit unggul. Selain itu, ia juga menyarankan kepada petani Indonesia melakukan merger untuk menjadi produsen besar.

“Itu bisa secara drastis meninggikan produktivitas. Budaya riset kita juga lemah. Padahal penelitian juga penting untuk meningkatkan kualitas bibit unggul. Jangan mau untungnya saja,” katanya.(Kompas)


loading...