Diduga Gaptek, Kabag Humas DPRD Sumenep Gagal Paham

0
645
Abd Halim
Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

MADURAEXPOSE.CM—Jatah iklan dalam bentuk berita atau Advertorial (ADV) melalui Humas DPRD Sumenep hingga detik ini masih berbuntut panjang karena dinilai tidak objektif dan cenderung melecehkan media online.

Berdasarkan pengakuan sejumlah awak media di Sumenep, jatah ADV untuk media online sangat memperihatinkan karena dibawah nominal Rp 500 ribu. Angka itu sangat tidak sebanding dengan dana publikasi yang mencapai ratusan juta. Ironisnya, penumpukan anggaran justru meluber ke media selain media online.

Pembagian iklan antara cetak, elektronik dengan online yang sangat timpang itu menjadi bumerang dan terkesan mengadu domba antar pelaku media. Selain itu, timpangnya pembagian jatah iklan itu karena Kabag Humas DPRD Sumenep yang baru diduga gaptek dan tidak paham media.

“Bisa jadi Kabag Humas DPRD Sumenep yang baru ini memang gaptek dan tidak paham tentang media. Pantesan dia selalu gagal paham. Harusnya di era digital saat ini, harus dia paham kalau media online sudah menjadi kebutuhan dan biaya operasionalnya sangat besar. Coba cek, semua SKPD Pemkab punya media online bukan media cetak atau lainnya. Kalau ini tidak segera diperbaiki, maka sama saja Humas DPRD ini mendholimi rekan-rekan media,” terang Imam Arifin, Direktur Forum Analisis dan Advokasi Anggaran (FA-3) Sumenep kepada Maduraexpose.com, Selasa 4 April 2017.

Selain itu, Imam mendesak agar Komisi I dan Sekwan DPRD Sumenep agar tidak hanya duduk manis dan masa bodoh menyikapi ketimpangan yang terjadi di Bagian Humas. Pihaknya khawatir, ketimpangan jatah iklan diduga terjadi ketidak beresan dalam pengelolaan keuangan.

“Kalau memang anggaran di Humas DPRD terbatas, harusnya jangan terjadi penumpukan iklan dengan harga selangit hanya di beberapa media tertentu. Ini bahaya, karena rawan terjadinya permainan,” tandasnya.

Sebelumnya, Darul Hasyim Fath, melalui SMS dinomor ponsel pribadinya ikut menyayangkan adanya diskriminasi anggaran untuk iklan media online. Karena dibanding jatah untuk media cetak, harga iklan media online hanya cukup beli pulsa satu minggu.

“Wah terlalu jomplang kalau begitu”, kata Darul Hasyim Fath, Ketua Komisi I DPRD Sumenep melalui pesan singkat yang diterima Redaksi MaduraExpose.com.
[Zalwi/Ferry]