Deretan PKL ini berjualan dengan santai mirip pasar minggu sebelum relokasi PKL Taman Adipura Sumenep, Minggu 19 Nopember 2016. [Foto:Dok.Maduraexpose.com]

MADURAEXPOSE.COM—Diluar dugaan, sejumlah pedagang kaki lima (PKL) tampak berderet mulai dari depan Kantor PU Bina Marga hingga depan Taman Bunga (Taman Adipura) Sumenep tanpa merasa waswas dan takut diusir oleh petugas Satpol PP, Minggu 19 Nopember 2016.

“Alhamdulillah mas banyak yang jualan. Ini kebetulan saya nganterin anak saya lihat-lihat Taman Adipura. Maklum hari Minggu sekolah libur,” ujar Ibu Yanti, salah warga yang mengaku dari Kecamatan Kota Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Maraknya PKL yang berjualan berbagai jenis makanan dan minuman sisi timur taman adipura ini menimbulkan tanda tanya banyak kalangan. Pasalnya, sejak 1 Syawal 1437 lau, ratusan PKL itu dipaksa untuk pindah ke lapangan Giling Sumenep, meski hal tersebut menuai banyak kecaman karena dianggap tidak memiliki konsep yang jelas.

Apalagi saat itu, Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi yang merupakan penanggung jawab dan diberi wewenang penuh oleh Bupati untuk mengelola ratusan PKL Taman Adipura dengan bangga mengatakan, bahwa relokasi PKL itu sudah HARGA MATI.

“Relokasi (PKL Taman Adipura) itu harga mati dan tidak bisa ditawar lagi,” demikian sesumbar Wabup Fauzi kepada awak media saat itu. [Arbania]


loading...