LSM saat gelar aksi unjuk rasa di Kantor Disduk Capil Sumenep (Dok/MaduraExpose.com)
Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

Sumenep (MaduraExpose.com) – Puluhan LSM mendatangi kantor dispendukcapil di Kab. Sumenep, setelah melakukan orasi terkait pengadaan barang-barang anggaran yang diduga fiktif, bahkan dispendukcapil dinilai belum transparan kontribusinya kepada masyarakat setempat, Mengkritisi itu, kemarin (15/08) Puluhan LSM menggelar aksi dikantor Dinas kependudukan dan Capil Kab. Sumenep

LSM menilai, kepala dispendukcapil Kabupaten sumenep segera diganti karena dinilai kurang tepat, bahkan puluhan LSM meminta pemerintah bersikap tegas terkait ini. “legislatif dan eksekutif harus pro aktif dalam mengawal kinerja Satker yang ada di kabupaten sumenep agar tidak dirampok oleh para kapitalis. Tegas Edy orator aksi.

Kepala dinas Dispendukcapil diduga, melakukan pembelanjaan ATK secara fiktif. Melakukan penandatanganan palsu yang dilakukan oleh bawahannya. Pembelanjaan AKI dan perubahan setiap bulannya dari beberapa unit mobil dinas, pembelanjaan BBM mobil, pembelanjaan BBM Genset, semuanya bersifat fiktif. Jika hal ini diakomulasikan berapa banyak anggaran yang digelapkan setiap bulannya. Tegas Edy

Edy, meminta pemerintah mengungkap persoalan tidak adanya transpransi anggaran yang dilakukan dispendukcapil. Terkait pengadaan barang-barang “kami Juga meminta pemerintah untuk bersikap tegas kepada kepala dinas dispendukcapil yang terkesan dibiarkan oleh pemerintah di kab. Sumenep, tuntut Edy.

Menurut Edy, jika kepala dinas tetap dibiarkan di kab sumenep, maka akan menyebabkan tidak adanya dampak baik kepada masyarakat. Karena sudah jelas semua yang dilakukan adalah pembohongan publik. Seandainya diurus secara baik, lanjut dia, maka kesejahteraan, serta pembangunan infrastruktur akan cepat tercapai, bukan buruk dan tambah parah seperti sekarang.

Edy berharap nantinya pihak kejaksaan Kab. Sumenep memanggil kepala dispendukcapil Akh. Zaini terkait beberapa laporan pengadaan ATK yang di buat secara fiktif oleh instansinya, bahkan pihaknya akan membuka semua file yang difiktifkan oleh kepala dinas apabila nantinya sudah dipanggil di kejaksaan Negeri sumenep. “nanti akan saya bongkar semua datanya di kejaksaan” tegas Edy

Hal ini memberikan persepsi dikalangan masyarakat bahwa dispendukcapil telah melakukan kecurangan didalam melakukan penggunaan anggaran, tentu saja hal ini adalah proses pemiskinan sistemik yang dilakukan oleh pemerintah dengan kroni-kroninya. Pungkas Edy.

Secara terpisah, Akh. Zaini kepala dispendukcapil menggelak tudingan yang dilakukan puluhan LSM kepada Instansinya, bahkan pihaknya menantang LSM agar mengumpulkan data-data konkritnya yang diduga fiktif. Pungkasnya (fay/fer)