Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

MADURAEXPOSE.COM– Dalam rangka membekali para santri bidang aqidah, Ponpes Al Karimiyah Baraji bersama Komisi Nasional Anti Pemurtadan dan AWF Madura serta Mobile Dakwah Iftitah Nurul Islam berjalan dengan khidmat dan lancar menggelar kajian Kristology, Jumat.

Kegiatan itu juga diharapkan mampu membendung laju gerakan taring taring salibis di Madura.

Salah satu penyaji yang beehasil dihubungi MaduraExpose.com,yakni Ustadz dr. H. Anwar Luthfi, M.Th.,yang juga merangkap sebagai Koordinator wilayah Madura Komisi Nasional Anti Pemurtadan dan Koordinator wilayah Madura Abdullah Wasi’an Foundation sekaligus Pembina Mobile Dakwah Iftitah Nurul Islam Sumenep mengatakan, dalam kondisi saat ini, ummat Islam khususnya santri wajib memahami dan mendalami ajaran Islam terutama sumber utamanya yaitu al Quran dan Hadist.

Menurutnya, Ummat Islam khususnya santri wajib mengetahui kekeliruan ajaran agama lain khususnya kitab suci mereka sehingga kita bisa menjadi benteng aqidah bagi ummat dan benteng kokoh dalam menangkal upaya2 pemurtadan dan pendangkalan aqidah.

“Sudah saatnya ummat Islam mengedepankan ilmu dalam menghadapi serangan para missionaris. Mengedepankan dialog theology untuk menunjukkan kebathilan kitab suci dan agama mereka dan hal ini bisa dilakukan melalui kajian2 kristology yg intensif dan berkesinambungan”, ungkap Ustadz dr. H. Anwar Luthfi, M.Th. kepada MaduraExpose.com, Jumat 13 Oktober 2017.

Pihaknya berharap, kajian Kristology ini akan diikuti juga oleh pondok pesantren lain di Madura.

“Harapan kami semoga langkah awal yg baik ini diikuti oleh pesantren lainnya demi menjaga keselamatan aqidah ummat dari upaya pemurtadan dan pendangkalan aqidah” pungkasnya. (Ferry Arbania)

HotNews:  Jalan Raya Rusak Parah, Warga Lalangon Tanam Pisang Tengah Jalan