Sejumlah wanita tengah asyik mandi di sungai tanpa tabir sedikitpun (Ist)
Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

Sumenep, MaduraExpose.com- Beberapa tahun terakhir, sejak pemerintahan Abussidik (Busyro Karim- Soengkono Sidik) banyak warga desa mengeluhkan bantuan sosial berupa pemasangan tabir sungai yang sering dibuat pemandian ataupun nyuci kalangan ibu rumah tangga.

Pemasangan tabir semisal pagar semen di pinggiran sungai itu dianggap penting, untuk menutupi perempuan dari kesan mempertontonkan aurat.

“Dari awal, kita berharap ada perhatian khusus dari Bupati Sumenep yang dikenal dengan pasangan Abussidik terhadap masalah sosial seperti pemasangan tabir di sungai pinggir jalan yang dijadikan tempat pemandian perempuan desa”, ujar Ahmad, salah satu Warga Desa di Kecamatan Ganding, Sumenep, Madura Jawa Timur, Kamis (18/12/2014).

Menurutnya, selama ini, banyak perempuan desa memanfaatkan sungai untuk mandi dan nyuci.

“Mohon maaf, kadang mereka hanya menggunakan handuk pendek hingga terlihat sebagian auratnya. Dan hal itu sangat mengganggu karena di desa masih banyak yang hati-hati terhadap masalah aurat wanita”, imbuhnya.

Bahkan kalangan anak muda di Desa Ketawang Karay menyebutnya dengan istilah sungai porno.

“Malah ada teman saya sengaja menikmati wanita mandi di sungai itu mas dengan pura-pura mancing. Asyik banget dech, apalagi kalau di sungai tidak ada tabirnya”, celetuk ER (inisial) seorang pelajar SMA yang tinggal di Kecamatan Lenteng, Sumenep.

(fer)