Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

MADURA EXPOSE–Bupati Sumenep A.Busyro Karim mulai tegas terhadap bawahannya yang hendak bermain-main dengan bantuan masyarakat miskin, termasuk bantuan Rumah Tak Layak Huni (RTLH) yang nominalnya sangat fantastik, mencapai Rp 15 Juta Perorang.

Mantan Ketua DPRD Sumenep dua priode ini dengan tegas ,saat menjawab pertanyaan wartawan , baru-baru ini, agar tidak ragu melaporkan kepihak berwajib maupun melalui dinas terkait, jika ada oknum yang dengan sengaja melakukan pemotongan terhadap penerima bantuan RTLH.

Bupati Sumenep KH A. Busyro Karim meminta agar seluruh elemen mensukseskan program tersebut.

“Jangan sampai ada pemotongan. Kalau ada (oknum nakal,Red) sikat aja biar tidak biasa,” demikian Bupati Sumenep kepada awak media,baru-baru ini saat menyerahkan bantuan Rumah Tak Layak Huni (RTLH) dan Bedah Rumah untuk Lanjut Usia (Lansia) di Pendopo Agung,Keraton Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Untuk diketahui, jumlah penerima bantuan RTLH lansia,yang bersumber dari Kepala Dinas Sosial Akh.Aminullah menyebutkan jumlah penerima mencapai 177 RTLH dan Bedah Rumah untuk Lansia sebanuak 124 penerima.

Masing-masing penerima, baik yang RTLH ataupun Bedah Rumah untuk Lansia memperoleh bantuan sebesar Rp. 15 juta.

“Pada proses awal ada 321 calon penerima RTLH yang diajukan. Namun setelah dilakukan verifikasi, ternyata 144 penerima tidak memenuhi syarat. Untuk Bedah Rumah Lansia 160 orang yang diajukan,36 diantaranya tidak memenuhi syarat,”paparnya.

Pencairan bantuan ini dibagi menjadi dua tahap dengan rincian,tahap pertama sebesar 70 persen atau Rp. 10.500.000,- dari total bantuan. Sedangkan tahap kedua sebesar Rp. 4.500.000,- (30 %) melalui rekening BPRS Bhakti Sumekar.

(dbs/fer)

HotNews:  Busyro Lengser, Tiket PKB "Ditangan" Unais Ali Hisyam