Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

Pamekasan (MaduraExpose.com)- Dugaan kasus perampasan kamera wartawan yang dilakukan oknum Satpam RSUD Dr.H.Slamet Martodirjo Pamekasan terus bergulir.

Sementara pimpinan rumah sakit terbesar di kota Gerbang Salam itu mengaku belum menerima laporan mengenai adanya oknum Securitynya yang diduga melakukan tindakan kasar dengan cara menantang, menghalang-halangi tugas jurnalistik.

“Maaf saya tidak mendapat laporan hal tersebut”, terang Dr. Farid, Direktur RSUD Dr.H.Slamet Martodirjo Pamekasan, Madura, kepada MaduraExpose.com melalui pesan singkatnya, Minggu (14/9/2014).

Sebelumnya HMD, seorang wartawan tengah meliput di RSUD Pamekasan. Sekitar pukul 12:14 wib, saat jam besuk benar-benar ditutup, justru masih ada seseorang yang tetap berkeinginan besuk keluarganya di lantai II RSUD Dr.H.Slamet Martodirjo.

“Anehnya, orang tersebut justru diperbolehkan masuk. Katanya sudah jam tutup”, ujar Hamidi.

Securty yang mengaku bernama ARDIONO itu juga merampas Handphone, kamera wartawan yang bertugas sambil terus mengumpat dengan sikap angkuh. Peristiwa yang sempat jadi tontonan pengunjung rumah sakit itu terjadi pada Rabu (10/9/2014)lalu.
(hmd/fer)