Kantor Kejaksaan Negeri Sumenep, Madura, Jawa Timur/MaduraExpose.com
Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

MADURAEXPOSE.COM—Kasi Intelijen Kejari Sumenep, Rahadian Wisnu kepada wartawan mengklaim sudah mengembangkan penyelidikan di tiga desa, yang menurutnya hal tersebut sebagai tahap awal, dari ratusan kepala desa yang dilaporkan Ketua LSM Lidik Hukum dan HAM, A.Effendy.

“Kepala desa yang dilaporkan jumlahnya ratusan. Tidak mungkin secara bersamaan kami mintai keterangan secara keseluruhan. Jadi tiga desa itu baru tahap awal,” ujar Rahadian Wisnu ,Kasi Intelejen Kejari Sumenep, Madura, Jawa Timur kepada awak media, Selasa (17/01/2017).

Beberapa kepala desa yang dilaporkan pihak Kejaksaan Negeri Sumenep oleh Ketua LSM Lidik Hukum dan HAM tersebut,yakni Kades Andulang, Longos, KarangBudi dan Banjar Timur, Kecamatan Gapura, Sumenep.

Sementara itu A.Effendy, Ketua LSM Lidik Hukum dan HAM, mengaku kecewa dengan lambannya penanganan kasus dugaan pelanggara raskin yang sudah dilaporkan pihaknya sejak awal tahun 2016 lalu.


Selain itu, aktivis yang biasa dipanggil Pepeng ini mempertanyakan sikap Kasi Intel Kejari yang terkesan yang meminta dirinya memberikan keterangan terkait laporan yang sudah disampaikan sebelumnya.

“Saya kecewa dengan lambannya proses laporan saya terkait dugaan penyelewengan raskin yang saya laporkan awal 2016 lalu. Berkali-kali saya minta secara lisan kepada Kasi Intel Kejari terkait laporan saya, malah saya diminta secara tertulis. Dan hal itu sudah saya lakukan, dan hari ini malah minta saya keterangan,” pungkasnya. [fer/tim]