Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

MADURA EXPOSE—Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Anton Charliyan sebut Bahrun Naim sebagai dalang terjadinya aksi peledakan dan teror bom Sarinah di Kawasan Thamrin, Jakarta pada Kamis lalu.

Pihaknya menyebut Naim sering memanfaatkan kemampuannya bida IT dalam membentuk jaringan maupun dalam perekrutan melaui media sosial (medsos) seperti facebook, Path maupun melalui media chatting, Instagram, WhatsApp dan lainnya.

” Naim ini ahli IT, (malah) ada juga orang Indonesia yang direkrut melalui IT,” demikian dibeberkan Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Inspektur Jenderal Anton Charliyan di Mabes Polri, kepada awak media di Jakarta, (17/1/2016).

Dengan memanfaatkan banyaknya media jejaring sosial saat ini, lanjut Anton, Bahrun lebih leluasa menjaring kelompoknya dari jarak jauh. Ia menyebutkan ada sekitar 200-an jaringan Bahrun yang “berkembang biak” di Indonesia. Selain menggunakan medsos, Bahrun mengutus orang-orang tertentu mengkomuniaksikan gerakannya di tanah air.
Kendati demikian, Anton mengklaim sudah melakukan koordinasi dengan pihak keamanan luar negeri termasuk seluruh jaringan di Indonesia.

“Tapi ini bukan hal gampang. Uni Soviet saja nggak selesai-selesai menyerang ISIS”, tandasnya.
Anton mengakui penyergapan dalang teroris sekelas Bahrun tidak bisa dianggap remeh. Pihaknya menduga yang bersangkuta tinggal di Negara Suriah yang saat ini masih dalam kondisi tidak normal.

“(Tempat tinggal ) Bahrun Naim itu kan daerah perang. Untuk masuk kesana saja kita susah”, pungkasnya.
[dbs/fer]