Unras: Pembangunan Greja dinilai bohongi publik dan pemerintah (Dok.)
Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

MaduraExpose.com- Kalangan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam Indonesoia (HMI) sengaja melakukan aksi turun jalan sebagai protes terhadap Dinas Perijinan dan Pembangunan Kota Madya Jakarta Timur, terkait pembangunan sebuah rumah yang beralih fungsi menjadi rumah ibadah atau Greja.

Mahasiswa pengunjuk rasa bilang, aksi itu dilakukan sebagai bentuk upaya membantu menegakkan Peraturan Daerah (Perda) DKI Jakarta ata bangunan-bangunan liar yang tidak mengantongi ijin mendirikan bangunan (IMB).

“Pendirian rumah ibadah (Greja) ini terjadi di kawasan Cipinang Muara, Jalan Catur Tunggal-Jatinegara Jakarta Timur. Penyelenggaraannya tidak memiliki ijin, tanpa melalui musyawarah terhadap RT/RW dan tokoh masyarakat setempat. Kejanggalan kasus ini terjadi sejak tahun 2013 lalu”, ujar Agus Harta, Korlap Aksi kepada MaduraExpose.com, Senin 29 Juni 2015.

Ia menambahkan, pendirian Greja ini juga dinilai sangat bertentangan dengan aturan hukum, yakni Surat Keputusan bersama (SKB 3 Mentri). Parahnya lagi, lanjut Agus, pihak Greja disnyalir sengaja melakukan Kebohongan terhadap publik berupa pemalsuan tanda tangan warga setempat, dengan berkeliling membagi-bagikan uang lalu dimintakan tanda tangan.

“Bohongnya ya itu dia, mereka bagi-bagi uang ke masyarakat sambil disuruh tanda tangan tanpa ada penjelasan kalau tujuannya untuk membangun Greja. Kami juga punya rekaman pihak kelurahan dengan warga yang merasa dibohongi”, tandasnya.

Pengunjuk rasa juga menuding Pemerintah kota Jakarta Timur, khususnya Dinas Perijinan dan Pembangunan (P2B) dinilai telah melakukan pembiaran terhadap bangunan (Greja) ilegal tersebut.

(Asp/Fer)