Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

Madura Expose – Kegiatan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik 2018 yang dikelola langsung oleh pihak sekolah yaitu, berupa sarana prasarana Sekolah Dasar salah satunya tempat Mandi Cuci Kakus( MCK) sangat miris dan disayangkan beberapa orang murid mendadak jadi pekerja proyek, dikarenakan pihak sekolah beralasan bahwa tukang (pekerja) tidak ada dan di sinyalir anggaran proyekpun habis.

Adalah Nardi selaku Sekjen (sekretaris jendral) Organisasi Masyarakat (ORMAS) Gabungan Indonesia Bersatu (GAIB) Kabupaten Pandeglang (11/11/2018) di Pandeglang membeberkan pada wartawan.

Pihaknya sangat menyayangkan akan ulah oknum pihak SD di Kecamatan Cibitung Kab. Pandeglang, tepat di sekitar awal bulan Oktober 2018, beberapa siswa di waktu jam belajar (08.00-09.00 WIB)  sedang melakukan pengecatan pada gedung MCK (mandi cuci kakus) yang baru selesai pembangunannya. “Kenapa ga panggil orang tua murid” sesal Nardi, karena jelad itu bukan pekerjaan siswa melainkan tukang atau pekerja kontruksi di kegiatan proyek itu, jelas Nardi.

Lebih lanjut di katakan Nardi, ketika di temui di ruang kerjanya  Kepala Sekolah Dasar Malangnengah 2 yang berinisial SKW menjelaskan padanya bahwa “tukang lagi ngga ada” ucap SKW, tiru Nardi. Dan yang lebih mengherankan bahwa anggaran proyek dari kegiatan tersebut sudah habis, “anggarannya habis” sehingga terpaksa pengecatan di lakukan oleh siswa, tandasnya.

Dan “tidak menutup kemungkinan dari nilai proyek sebesar 80 juta lebih itu, di gunakan untuk kepentingan pribadi oknum” karena sangat jelas ” untuk pengecatan saja udah ga ada, kemana anggarannya?” Jelas Nardi.

Dengan adanya peristiwa tersebut, di harapkan pada Pemkab Pandeglang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk dapat membina para kepala sekolah terutama yang memiliki mental “otda” alias otak dagang, tandas Nardi.

Di temui oleh wartawan belum lama ini, Hafid selaku Kasi Sarana dan Prasrana Bidang Sekolah Dasar pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pandeglang. Dirinya sangat menyangkan akan peristiwa di salah satu SD tersebut, kemudian langsung menghubungi pihak kepala sekolah yang di maksud. Alhasil ketika di tanyakan tentang peristiwa di atas Kepsek tersebut membantah jika itu di lakukan jam belajar “itu waktu istirahat pa, dan itu cuma merapikan cat saja yang belepotan di karenakan tukang sedang tidak ada” kata kepsek tersebut dan pada waktu siswa melakukan kegiatan pengecatan itu di awasi langsung olehnya sambil memegang tangga (taraje-red). Kemudian tak lama berselang datanglah tamu dan mereka langsung memotret “udah gitu ada LSM, langsung di foto” aku Kepsek tersebut melalui telepon seluler milik Kasi Sarpras.

Lebih lanjut di katakan Hapid, pihaknya sangat menyayangkan akan peristiwa tersebut, dan tentunya pihak Dindikbud Pandeglang akan lebih mengoptimalkan pembinaan pada para kepala sekolah, dan jangan sampai kejadian ini terulang di sekolah-sekolah lainnya, tandas Hapid yang baru beberapa bulan menjabat sebagai Kasi Sarpras. (CR-2)

Sumber:SBNews