Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

Maduraexpose.com–Entah apa karena istri Bupati Sumenep berasal dari Lombok, NTB, atau karena alasan lain sehingga Pemkab sumenep mati-matian mengirimkan bantuan sebesar Rp 500 juta untuk korban gempa di sana.

Sementara perlakuan Bupati ini terlihat sedikit berbeda dengan korban gempa yang ada di wilayahnya sendiri, yakni di Pulau Sapudi Sumenep. Anehnya lagi, pada saat Gubernur Jawa Timur dan pejabat penting lainnya berduyun-duyun mengunjungi korban gempa di Sapudi, namun orang nomor satu di Kabupaten Sumenep itu lebih memilih menghadiri acara istrinya selaku Ketua Tim Penggerak PKK yang juga menjadi Caleg DPRD Jawa Timur 2019. Acara ini molor dari jadwal sebelumnya karena mendapat penolakan dari kalangan pemuda Ganding.

Terkait dengan bantuan Pemkab Sumenep ke Lombok terekam dalam pemberitaan sejumlah media online, elektronik dan media cetak. Intinya, bahwa Pemkab Sumenep melalui Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengganggarkan dana bantuan untuk para korban bencana gempa bumi yang terjadi di Lombok.

“Bantuan dari Pemkab Sumenep sebesar Rp 500 juta. Bantuan itu dianggarkan melalui APBD perubahan 2018,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, Abd Rahman Riadi, Selasa (04/09) lalu.

Dikutip dari Koranmadura.com, saat Kepala BPBD ditanya apakah korban yang ada di Sumenep juga dianggarkan?, mantan Sekretaris Perpusda dan Kearsipan Sunenep itu memastikan tidak bisa menerima.

Sebab, bantuan tersebut akan dikirim langsung pemerintah ke NTB. “Semua bantuan dipusatkan ke Lombok dan sudah dikirim. Masak mau ditarik lagi,” katanya. Demikian kutipan di media Koranmadura.com.

Hal ini juga mendapat sorotan dari pegiat medsos Facebook dengan nama akun Syaiful Ipg dalam statusnya mempertanyakan apa Pemkab Sumenep sudah menganggarkan untuk korban Gempa Pulau Sapudi sepertu Pemkab menganggarkan buat Korban Gempa Lombok NTB.

“Sama sama korban gempa jika pemkab sumenep menganggarkan bantuan bencana alam 500.juta untuk gempa lombok, bagaimana dengan gempa di daerahnya sendiri pulau sepudi apa sudah dianggarkan juga,” Demikian Status Syaiful Ipg dalam akun medsosnya pada Rabu (17/10).

Bahkan informasi yang dihimpun dari media Ini menyebutkan, kalau Bupati Sumenep sampai saat ini sudah satu minggu dari kejadian Gempa Situbondo yang berdampak pada warga dua kecamatan di pulau Sapudi Sumenep belum juga berkunjung ke Pulau Sepudi meskipun hanya sekedar memberikan dukungan moral bagi korban gempa.

Seperti apa yang di sampaikan oleh salah satu tokoh masyarakat Sapudi mangatakan, sampai hari ini Bupati Busyro Karim belum sampai ke lokasi untuk meliat keadaan masyarakatnya.

“Yang hadir pada hari pertama pasca gempa Sapudi, Wabub Sumenep Achmad Fauzi namun sampai hari ini Bupati Sumenep belum sampai ke warga terdampak Gempa”, papar H. Mustofa kamal. Selasa (16/10).

H. Mustofa menyampaikan pula “apakah kedatangan Wabub Fauzi atas perintah dari Bupati sebagai wakil dirinya, namun sejauh ini masyarakat sangat mengharapkan kedatangan beliau“, ucapnya.

“Seharusnya Bupati Busyro sebagai orang yang paling berkompeten disini, datang lebih awal ke masyarakat yang terdampak gempa, namun realitanya sampai hari ini beliau belum tiba di Sapudi untuk meliat seperti apa penderitaan masyarakatnya“, imbuh H. Mustofa.

Sampai Berita ditayangkan Bupati Sumenep KH. A Busyro Karim belum sampai ke pulau Sapudi untuk sekedar meliat warganya yang terdampak gempa.

(m@n/fer/ajm).