Ilustrasi tante cantik/Istimewa.
Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

MADURAEXPOSE.COM—Kasus dugaan terhadap seorang tante seksi di Pamekasan,Madura, Jawa Timur tanpa terasa sudah sepekan berlalu. Namun kejadian itu masih menjadi topik dikalangan warga di kota yang selama ini dikenal dengan julukan Gerbang Salam tersebut.

Tante yang diduga menjadi korban perkosaan siswa SMP berinisial ER itu dikenal memiliki keindahan tubuh yang membuat pelaku tak tahan dalam gelora nafsu yang menggelegar di otaknya. Hingga akhirnya, peristiwa tidak senonoh itu nekad dilakukan pelaku terhadap tante seksi yang masih tetangganya sendiri yakni SH (37) di Kecamatan Larangan, Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

Menurut informasi yang dihimpun menyebutkan, saat pelaku melancarkan aksinya meniduri tante seksi itu, dengan cara mencongkel jendela rumah korban dengan membawa sebilah celurit.

Setelah berhasil memasuki rumah korban, pelaku melihat “mangsanya” belum tidur diruang tamu. Mungkin karena nafsu ER yang sudah membuncah diubun-ubun, pelaku tidak sedikitpun mengurungkan niatnya, malah dengan beraninya menarik tangan korban kedalam kamar sambil mengancam dengan sebilah celurit. Persetubuhan dengan cara paksa itupun tak bisa dihindarkan. Usai melampiaskan syahwat kudanya, pelaku langsung kabur meninggal tante cantik seorang diri didalam kamar.

Merasa tidak terima diperlakukan bejat oleh ER, korban langsung berteriak minta tolong. Spontan beberapa orang terbangun dan mendekati korban yang baru disetubuhi oleh pelaku yang masih berstatus sebagai pelajar SMP di Pamekasan.

Peristiwa itu juga dibenarkan oleh pihak kepolisian seperti disampaikan oleh Kasubag Humas Polres Pamekasan kepada awak media. “ya benar,” ujar Kasubah Humas Polres Pamekasan, Ajun Komisaris Polisi, Osa Maliki kepada awak media. Kasus ini juga dilaporkan ke pihak aparat penegak hukum oleh keluarga korban. Akhirnya pelaku ditangkap pada Rabu 28 Desember 2016 lalu. Tersangka mengakui perbuatannya dan terang-terangan mengatakan sering tidak tahan melihat tubuh tante molek yang masih tetangganya. [Aan/jak/Fer]