Jokowi (rmol.co)

MaduraExpose.com- Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyebut keterlibatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada dugaan korupsi pengadaan Uniniterruptible Power Supply (UPS), bukan berarti terlibat pada arti sesungguhnya.

Rencana pemeriksaan yang akan dilakukan Bareskrim Mabes Polri kepada Jokowi pun hanya dimungkinkan bila penyidik kekurangan bahan keterangan untuk membuktikan korupsi ratusan miliar rupiah pada APBD DKI itu.

“Orang mengungkapkan mau panggil Jokowi, bukan begitu maksudnya. Kalau dibutuhkan keterangan (Jokowi), kalau sudah cukup ya sudah enggak ada apa-apa lagi,” terang Ahok di Balai Kota Jakarta, Selasa (5/5/2015).

Dari pertemuannya kemarin dengan Kepala Bareskrim Mabes Polri Komjen Budi Waseso, kata Ahok, memang penyidik Bareskrim saat ini tengah mengumpulkan sebanyak-banyak data mengenai pengadaan UPS yang pada APBD 2014, termasuk kesaksian banyak pihak di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI.

Untuk kesaksian Presiden Jokowi sendiri yang notabenenya ada Gubernur saat tahun anggaran tersebut, kata Ahok, hanya akan dilakukan bila diperlukan.

“Secara kepolisian kalau memang data yang dibutuhkan harus minta keterangan Pak Jokowi pun polisi tentu akan minta kepada beliau. Tapi, kita kasih data semua kok. Kita juga sudah sering dimintai keterangan,” jelas Gubernur.

Seperti diketahui, Buwas sapaan akrab Kabareskrim Mabes Polri tak menampik ada kemungkinan Presiden Joko Widodo dijadikan saksi kasus korupsi uninterruptible power supply (UPS). Menurut dia, pernyataan Jokowi diperlukan apabila alat bukti tak cukup untuk menuntaskan kasus ini.

“Jokowi dapat dipanggil karena Bareskrim sedang usut kasus 2014 ke belakang,” katanya seusai mengunjungi Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota, kemarin.

Namun, Budi Waseso melanjutkan, saat ini penyidik Bareskrim masih berfokus untuk memeriksa saksi yang sudah ada. Mereka adalah anggota dewan, pegawai Pemerintah Provinsi DKI, dan Gubernur DKI. Dia mengatakan nama Jokowi tak termasuk dalam daftar utama saksi sejauh ini.

“Jika daftar saksi ini sudah cukup, Jokowi tak perlu dipanggil,” ujarnya.

Sumber:Rimanews


loading...