Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

MADURAEXPOSE.COM–Tak mau berlarut-larut dalam gaduh banjir yang merendan kota Sumenep sejak hari kemarin, langsung mendapat tanggapan dari Bambang Irianto selaku Kepala Dinas PRKP & Cipta Karya, Minggu 26 Nopember 2017.

Dalam rilis yang terkonfirmasi media ini sebelumnya, mantan Kadis Budparpora Sumenep jni menilai, bahwa kejadian hujan deras yang menimpa kemarin telah mengejutkan masyarakat dan persoalan ini menjadi viral di media Sosial.

Masyarakat menyalahkan pemerintah kab. Sumenep, lebih khusus, Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Cipta karya karena yg mempunyai tupoksi tentang penataan Ruang.

Kasus tersebut, diprotes dan dikritik oleh masyarakat yg rumahnya disambangi oleh banjir.

“Namun harus ingat persoalan banjir sangat terkait antara hulu dan hilir artinya urusan hulu itu terkait dengan catchment area urusan hilir terkait dengan sungai yg berujung di laut yg elevasi muka airnya bervariatif tergantung pasang surut laut melalui kali marengan,”ungkap Bambang Irianto melalui pesan WA pribadinya, Minggu.

Sebenarnya, lanjut Bambang, kasus yang terjadi belum masuk katagori banjir dan masih dikatakan genangan di beberapa titik di kota Sumenep,terutama dikawasan kampung arab, seputar pemkab, Sebelah barat SDN Damala, depan Madura chanel, seputaran perumahan BSA dan sejumlah titik lainnya.

“Genangan air itu terjadi karena sebab, pertama karena serapan air berkurang, gaya hidup masyarakat rumahnya dipaving, kedua membuang sampah sembarangan berakibat buntu saluran drainase,” imbuhnya menjelaskan lebih detail.

Bambang melanjutkan, persoalan genangan air di Kota Sumenep ini, menurutnya sudah terjawab dengan masterplan penanggulangan banjir kota, disamping perlu antisipasi pembersihan drainase yg dilakukan oleh petugas pematusan setiap hari.

Lalu apa sebab kok terjadi genangan air masyarakat mengatakan banjir karena selain serapan sudah berkurang akibat gaya hidup masyarakat, juga harus disadari kali marengan yang menjadi pusat pembuangan air sudah tak mampu menampung.

Apa solusinya yg harus dilakukan ?

“Antisipasi awal dlm jangka pendek seperti di kampung arap segera dilaksanakan melewatkan limpasan air permukaan yg melalui jalan ke taman sisi kiri kali marengan sehingga mempercepat pembuangan air limpasan di jalan agar segera masuk ke kali marengan, sehingga bisa mengurangi genangan di kampung arap,” papar mantan plt Sekwan DPRD sumenep era Busyro Karim ini.

Langkah kedua, lanjut Bambang, perlu adanya pompa berdasarkan masterplan penanggulangan banjir di kota yaitu melakukan dan mengalihkan arus pembuangan air yg terpusat di kali marengan dipecah terbagi dua ke kali patrian.

Sehingga arus air akibat hujan deras tak bertumpu di kali marengan disamping program pompa untuk antisipasi banjir di beberapa tempat yg dibangun diatas badan kali yg berkontribusi dengan sistim buka tutup pintu air.

Program ini,lanjut dia, sudah teragendakan tahun 2018
dan telah tuntas perencanannya dan APBD 2018 sudah disepakati oleh DPRD sumenep.

“InsyaAllah awal tahun 2018 bakal diluncurkan dengan nilai anggaran 7 milyar…sambung doa semoga sukses dan bisa menjawab tantangan penanggulangan banjir di kota Sumenep,”pungkasnya.

(Ferry Arbania)