Ratusan PKL dihadang paksa pasukan Satpol PP Sumenep saat hendak berjualan di area Taman Bunga Sumenep, Madura, Jawa Timur. [Dok.Maduraexpose.com]
Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

MADURA EXPOSE–Hingga saat ini nasib ratusan PKL Taman Adipura (Taman Bunga) Sumenep yang direlokasi sejak 1 Syawal 1437 H. mash dibayangi ketidak pastian,

setelah tempat relokasi yang baru di area depan Lapangan Giling mendapat penolakan dari sejumlah kalangan, karena dinilai mengganggu arus lalu lintas dan

perkantoran seperti kantor Kementerian Agama (Kemenag) setempat.

Beberapa waktu lalu, ratusan PKL yang tergabung dalam paguyuban PKL Taman Adipura sempat melakukan aksi unjuk rasa, menagih janji Wakil Bupati (Wabup)

Sumenep Achmad Fauzi dan meminta Bupati Sumenep A.Busyro Karim turun tangan melakukan pembelaan terhadap para PKL yang selama ini menjadi pendukung

utama mereka pada Pilkada 9 Desember 2015 silam.

Syahdan, ratusan PKL merasa dibohongi karena tak lama setela pelantikan Bupati dan Wakil Bupati, ratusan pedagang itu dipaksa untuk meninggalkan tempat jualan

mereka dengan alasan merusak keindahan kota.

Selain unjuk rasa, ratusan PKL itu sebelumnya mendatangi Komisi II DPRD Sumenep untuk mengadukan nasib mereka dan meminta Tim Relokasi PKL yang difsilitasi

Pemkab segera dipanggil untuk dikonfrontir dengan perwakilan PKL. Sayangnya, harapan mereka tak jelas kabarnya. Anehnya, para wakil rakyat itu secara

mengejutkan, tiba-tiba meninjau sebuah lokasi di area Pasar Bangkal bagian barat bersama Kepala Disperindag Syaiful Bahri. Usut punya usut, kehadiran para wakil

rakyat bersama Kadisperindag tersebut berencana akan menjadikan lahan tersebut sebagai tempat relokasi permanen ratusan PKL.

Terbaru, tiba-tiba beberapa anggota Komisi II DPRD didampingi salah satu penggiat LSM membentuk Persatuan Pedagang Kakilima Sumekar (P2KS) dengan maksud

mempersatukan semua PKL yang ada di kota Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Pembentukan P2KS ini ternyata tidak mendapat dukungan penuh dari kalangan PKL dengan alasan tidak ada rekomendasi dari Bupati Sumenep A.Busyro Karim.

Bahkan Cak Dul, Ketua Paguyuban PKL Taman Adipura mengaku tidak terpengaruh dengan terbentuknya P2KS tersebut.

“Bahkan saya sengaja tidak menghadiri pembentukan P2KS yang ditaruh di Gedung Korpri tersebut tidak ada hubungannya dengan relokasi ratusan PKL yang hingga

saat ini megaku sangat kecewa , karena belum difasilitasi tempat yang strategis,” ujar Cak Dul, Ketua Paguyuban PKL Taman Adipura Sumenep, saat berbincang

dengan MaduraExpose.com.

Cak Dul bersama pengurus paguyuban berencana akan menemui Bupati langsung hari ini guna mempertanyakan rencana pembahasan opsi-opsi yang sempat dibahas

pada hari minggu kemarin.

“Hari minggu kemarin kami diundang untuk pertemuan jawaban opsi-opsi tempat jualan pada hari jum’at kemarin. Tapi herannya, kok malah ada pembentukan P2KS yang

difasilitasi oleh LSM dan anggota Komisi II DPRD Sumenep. Kami akan menemui Pak Bupati lagi,” pungkasnya.

Sementara Wabup Sumenep Achmad Fauzi yang diminta menjadi penasehat P2KS tidak menampik hal tersebut. Namun dirinya berdalih hanya menghargai permintaan

sejumlah orang yang membentuk persatuan PKLtersebut.

“Kita lihat saja keinginan mereka, saya hargai saja mereka datang dan minta bertemu,” ungkapnya. [Ferry]