Arus Mudik, Waspadai 13 Titik Paling Rawan Ini

0
768
Kepala Dinas Perhubungan dan LLAJ Jatim Wahid Wahyudi

Maduraexpose.com

Mudik ke kota kota wilayah Jawa Timur di lebaran kali ini? Maka Anda harus mewaspadai 13 titik kemacetan, baik jalur utara maupun jalur selatan, dari mulai masuk Bojonegoro, masuk dari Ngawi hingga sampai Banyuwangi.

Kepala Dinas Perhubungan dan Lalu Lintas Angkutan Jalan Provinsi Jawa Timur telah mengimbau pemudik untuk mewaspadai 13 titik rawan macet dan diharapkan untuk menghindarinya, sekaligus memilih jalur-jalur alternatif.

“Ada 13 titik rawan kemacetan di Jatim ini yang harus diwaspadai para pengendara saat musim arus mudik dan balik 2015,” ujar Kepala Dinas Perhubungan dan LLAJ Jatim Wahid Wahyudi.

Titik-titik tersebut tiga di antaranya di Jalur Pantai Utara (Pantura), yakni di Pasar Tambak Boyo (Tuban), Pasar Babat dan Duduk Sampeyan (Lamongan). Kemudian jalur Simpang Medaeng ke arah Kletek di Kabupaten Sidoarjo yang kerap terjadi kepadatan lalu lintas.

Kondisi serupa akibat kepadatan lalu lintas juga terjadi di jalur Purwosari-Karanglo-Kepanjen dan jalur Karanglo-Batu. Berikutnya, di Persimpangan Tol Pandaan juga rawan terjadi kemacetan karena terdapat ‘crossing u-turn’ di sekitar Taman Dayu.

Selain itu, Pasar Lawang di Malang juga menjadi salah satu titik rawan kemacetan karena kendaraan yang melintas mayoritas memperlambat lajunya akibat banyaknya kendaraan yang akan berhenti ke pasar.

Rawan kemacetan juga terjadi di jalur Guyangan-Bagor-Saradan-Caruban akibat adanya empat perlintasan kereta api, tikungan, tanjakan dan kepadatan lalu lintas di dua jalur. Simpang Tiga Mengkreng juga rawan karena terdapat perlintasan kereta api, jembatan yang menyempit, serta pedagang laki lima.

Penyempitan jalan dan lalu lintas padat sehingga membuat titik rawan macet di Jatim juga terjadi di Simpang Empat Kenanten. Sedangkan, titik rawan macet lainnya ada di wilayah Madura di Kabupaten Bangkalan, yakni di Pasar Tanah Merah dan Pasar Blegah akibat adanya pasar tumpah dan memaksa pengendara memperlambat lajunya.

“Satu lagi ada di Probolinggo atau tepatnya di Pasar Ranuyoso,” ujar Wahid. (Sudi)