Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

MADURAEXPOSE.COM—Bagi masyarakat luar Sumenep tentunya akan membayangkan kondisi bangunan di area keraton Sumenep yang menjadi pusat destinasi sejarah di kabupaten tersebut ternyata sampai detik ini masih terlihat berantakan.

Pasalnya, bekas kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumenep baru-baru dibongkar beberapa bagian bangunan tersebut.

Tak hanya itu, sejumlah pengunjung yang datang ke tempat “ngantornya” raja-raja Soengenep itu tidak dilengkapi dengan fasilitas umum (fasum) yang memadai, seperti kamar mandi dan ruang parkir yang juga berantakan.

“Bingun juga mau parkir dimana, mau ditaruh di terminal kayaknya terlalu jauh dan lagi belum ada pelarangan secara luas. Buktinya, banyak bus dan kendaraan roda empat bebas parkir didepan keraton Sumenep,” ujar Andi, salah satu pengunjung asal Desa Lawangan Daya, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan.

“Apalagi situs sejarah di museum Keraton Sumenep sudah ditetapkan sebagai cagar budaya. Aneh dong,kalau malah tidak disiapkan tempat parkir untuk kendaraan pengunjung,” ujarnya kepad awak media.

Belum tersedianya parkir itu, lanjut Jubriyanto, selain membuat tidak nyaman pengunjung, terutama masalah kemanan, hal tersbut dinilainya sangat mengganggu terhadap keindahan kota.

“Coba lihat, kendaraan pengunjung yang datang ke situs sejarah itu pasti diparkir disembarang tempat. Itu terjadi karena pihak dinas terkait tutup mata,” imbuhnya.

MENYEDIHKAN: Baru-baru ini didepan museum keraton Sumenep yang juga berdempetan dengan Kantor Disbudparpora setempat malah dijadikan ajang balap hingga dikehluhkan banyak tokoh setempat. (istimewa)

Kondisi ini juga disesalkan oleh Suyono,SH Direktur Kontra’SM Sumenep. Menurutnya, diluar Kabupaten Sumenep seperti tempat wisata di Kota Batu, Malang maupun Banyuwangi, seluruh tempat wisata dipastikan memiliki lahan parkir khusus.

“Menjadi aneh, ketika daerah kita menggalakkan Visit Sumenep 2018, tapi malah tidak becus untuk sekadar menyediakan lahan parkir,”timplanya dengan nada emosi. [skw/f18/***]

HotNews:  Busyro Lengser, Tiket PKB "Ditangan" Unais Ali Hisyam