Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

MADURAEXPOSE.COM – Anggota Koramil 0827/13 Rubaru, Serda Dominggus Babinsa Desa Bunbarat melaksanakan kegiatan membantu panen kacang tanah bersama warga setempat bertempat di lahan tegal milik Ibu Hamidah (54 thn) Desa Bunbarat, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep-Madura, Jawa Timur.
Senin, (13/11/2017).

Serda Dominggus Babinsa Desa Bunbarat mengatakan “Panen kacang tanah dilakukan bila 75% polong telah tua. polong kacang tanah yang sudah tua ditandai dengan biji kacangnya yang telah terisi penuh, kulit polong berwarna hitam dan menjadi keras, kulit biji tipis dan mudah dikelupas, serta kadar air biji polong turun hingga 25%, panen kacang tanah biasanya sudah dapat dilakukan pada usia 90 sd 100 hari setelah tanam tergantung pada varietasnya”.

Kacang tanah yang terlambat dipanen dapat mengakibatkan biji berkecambah dan polongnya mudah terlepas saat dicabut, sedangkan kacang tanah yang terlalu cepat dipanen akan mengakibatkan polong yang dipanen memiliki kadar air yang tinggi sehingga mudah keriput bila dikeringkan, biji yang belum tua tidak baik jika digunakan sebagai benih. “Imbuh Babinsa”

Kacang tanah yang dipanen pada tanah yang gembur atau pada penanaman yang dibuat semacam bedengan akan lebih mudah dilakukan, pada lahan dengan tanah yang kering, panen akan lebih sulit karena tanah akan padat dan mengikat polong-polong di dalam tanah. Panen pada lahan yang demikian harus disiasati melalu pengairan beberapa saat.

Kacang tanah yang telah dipanen sebaiknya segera dipetik dan dijemur hingga kering. Polong muda, busuk, polong yang pecah, termakan hama, dan yang sudah berkecambah harus disortasi dan dipisahkan. Sortasi polong selain dimaksudkan untuk menjaga mutu hasil panen, juga dilakukan untuk mencegah terjadinya infeksi cendawan pembusuk penyebab aflatoxin. “Pungkas Dominggus Babinsa Desa Bunbarat”.

HotNews:  Kisruh Lahan Proyek Berbuntut Panjang, Besok Perhutani Turun Gunung