PKL setengah mati bertahan di area lapangan Giling Sumenep setelah mereka direlokasi dari Taman Adipur sejak 1 Syawal 1437 H. lalu. (Dok.Maduraexpose.com)
Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

MADURA EXPOSE– Ketua LSM GAKI (Gerakan Anti Korupsi Indonesia) Ach. Farid Azziyadi menertawakan sikap Komisi II DPRD Sumenep dan Syaiful Bahri, Kepala Disperindag Sumenep yang saat ini menjadi Ketua Tim Relokasi PKL Taman Adipura.
Pasalnya, pada Selasa (16/8) kemarin, Syaiful Bahri bersama Ketua dan Anggota Komisi II DPRD Sumenep berduyun-duyun meninjau lokasi di areal Pasar Bangkal sisi pojok barat, yang digadang-gadang akan menjadi tempat relokasi permanen bagi ratusan PKL yang sudah sebulan lebih hidup dalam ketidak pastian.
“Harusnya para wakil rakyat kita itu malu terang-terangan meninjau lahan di area pasar Bangkal, yang konon hendak dijadikan tempat relokasi permanen para PKL Adipura. Ini ada apa kok kesannya anggota dewan kita terlihat romantis banget sama ketua Tim Relokasi Pemkab,” ujar Ach. Farid Azziyadi, Ketua GAKI Sumenep saat berbincang di kantor MaduraExpose.com, Kamis (19/08/2016).
Farid menambahkan, seharusnya Komisi II itu melakukan pembelaan terhadap eksekutif agar meninjau ulang tempat relokasi yang saat ini membunuh omset ratusan PKL.
“Ketika rakyat (PKL,Red) mendapat kesulitan seperti ini, harusnya wakil rakyat di DPRD yang berteriak lantang menolak relokasi tanpa solusi. Ini kok malah kesannya mereka menyetujui relokasi permanen di kawasan Pasar Bangkal. Ada apa dengan wakil rakyat kita hari ini,” tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, Syaiful Bahri Kepala Disperindag yang ditunjuk sebagai ketua Tim Relokasi PKL Taman Adipura (Taman Bunga) bersama Ketua dan anggota Komisi II DPRD melakukan peninjauan ke area Pasar Bangkal, yang direncanakan menjadi tempat relokasi permanen bagi ratusan PKL.
Dalam kesempatan itu, Syaiful menyampaikan rencana pemindahan permanen ratusan PKL ke lapangan giling sisi utara (area pasar Bangkal, Kecamatan Kota) dipastikan sudah mendekati final. Bahkan informasi adanya opsi-opsi yang diajukan ke pihak Bupati Busyro dan Wabup Ach.Fauzi dimentahkan oleh Ketua Tim Relokasi PKL.

“Tidak ada opsi-opsi, Pemerintah Kabupaten tetap tempatnya (relokasi PKL) di area lapangan kerap dan sepanjang jalan Agus Salim,” ujar Syaiful Bahri, Kepala Disperindag Sumenep, saat meninjau lokasi di Area Pasar Bangkal, Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Untuk relokasi PKL tersebut, pihaknya menganggarkan sekitar Rp 2 miliar lebih untuk membangun fasilitas umum (fasum) seperti toilet, pavingisasi, drainase dan keperluan lainnya. Namun dana tersebut, dilanjutkan Syaiful dinilai tidak cukup. Bahkan dia bilang, dana itu dirasa masih kurang dan perlu penambahan hingga Rp 5 miliar. [Ferry]