Paling Kanan: Imam Hakim, Sekretaris DPD II Partai Golkar Sumenep. [Sumber Foto: Facebook Dpd Partai Golkar Sumenep]
Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

MADURAEXPOSE.COM—Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, yang dijadwalkan Sabtu besk, 22 Oktober 2016 dirasakan sejumlah kader mulai memanas. Pasalnya, sejumlah Pengurus Kecamatan (PK) mulai dikarantina. Itu terjadi, karena diduga adanya tarik menarik diantara kubu kandidat yang mencalonkan diri sebagai Ketua DPD II Partai Golkar.

Informasi yang beredar dikalangan kader partai berlambang pohon beringin menyebutkan, perebutan pengaruh dimasing-masing kubu yang bakal bersaing itu, diduga telah terjadi berupa aksi saling intimidasi hingga “pengurungan” Pengurus Kecamatan (PK).

Misjar, salah seorang Pimpinan Kecamatan (PK) Golkar Dasuk, seperti dilansir dari media setempat mengakui, kalau dirinya mendapat tekanan dari seseorang yang diduga menjadi tim sukses salah satu calon Ketua DPD Golkar Sumenep, Madura, Jawa Timur. Malah dirinya mengaku dibawa ke salah satu tim sukses kandidat Ketua DPD II Golkar dengan cara memaksa dan bahkan melakukan penekanan supaya memimilih Calon Ketua yang diusung Tim sukses tersebut.

Terungkapnya adanya dugaan intimidasi dan pengarahan ke salah satu Calon Ketua DPD itu pada hari Senin lalu, sekitar pukul 22.00 WIB. Saat itu Misjar mengaku ditelepon seorang pengurus DPD Golkar dan meminta tolong karena ban sepedanya kempes, hingga membutanya terpaksa mendatangi lokasi yang dimaksud penelpon.

Anehnya, sesampai dilokasi, bukan mendapati ban kendaraan kempes, malah Misjar sudah ditunggu empat orang PK Golkar Dasuk yang mengendarai mobil. Dirinya dipaksa masuk kedalam mobil tersebut dan langsung dibawa ke rumah Imam Hakim, yang saat ini masih menjabat sebagai Sekjen DPD II Golkar Sumenep, Madura, Jawa Timur.

“Selama dalam perjalanan saya diarahkan untuk memilih salah satu calon yang akan maju sebagai ketua DPD pada Musda Golkar. Tidak hanya itu saja HP saya ‘’dirampas’ tim sukses tersebut,” ungkap Misjar seperti dilansir MaduraExpose.com dari Tribunnews.com, Jum’at, 21 Oktober 2016.

Merasa diperlakukan tidak manusiawi dan haknya terampas, termasuk HP pribadinya, lantas Misjar melaporkan persoalan tersebut kepada pihak aparat kepolisian setempat. Menurutnya, tak hanya perampasan HP yang menimpa dirinya, sejumlah pengurus PK mulai dikarantina hingga menjelang Musda DPD II Partai Golkar Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Sementara Imam Hakim, Sekretaris DPD II Partai Golkar Sumenep, kepada awak media menepis tudingan adanya intimidasi seperti disampaikan pengurus PK Dasuk tersebut. Imam berdalih, ada pihak-pihak tertentu (baca:pihak ketiga) yang hendak mengacaukan atau ingin memanaskan pelaksanaan Musda DPD II Golkar.

Adapun kandidat calon ketua yang akan berebut posisi jabatan Ketua DPD II Partai Golkar Sumenep, berdasarkan informasi yang berkembang dikalangan kader partai, hanya diisi dua orang, yakni Iwan Budiharto dan mantan Wakil Bupati Sumenep Soengkono Sidik.

Editor: Ferry Arbania
Sumber:———————–