Koalisi PKB -PDIP dan sejumla parpol lainnya (Ist.Istimewa)
Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

Sumenep, MaduraExpose.com- Menjelang pelaksanaan Pilkada Sumenep priode 2015-2020, sejumlah kalangan mengaku kebingungan untuk memilih calon pemimpin yang hendak di coblos pada pemilihan kepala daerah bulan Desember mendatang.

Sejauh ini, pasangan A.Busyro Karim – A. Fauzi kian melambung seiring keduanya melakukan kesibukan masing-masing, termasuk silaturrahim atau sekedar melakukan proses ta’arruf dengan calon pemilih.

Kedekatan Busyro Karim dan A. Fauzi sebenarnya sudah lam terjadi, paling tidak saling kenal dan bahkan saling bertemu di Jakarta, jauh hari sebelum keduanya berencana untuk sama-sama maju dalam pertarungan pesta demokrasi tingkat daerah tersebut.

Belakangan muncul wacana, jika Soengkono Siddik diprediksi akan mencabut keinginannya untuk maju sendiri sebagai calon bupati (Cabup) 2015 seiring dengan mundurnya Ramdlan Siraj karena terbentur aturan Pilkada yang baru.

“Pusaran politik dari dulu memang sulit ditebak. Kita terka ke barat, eh ternyata larinya ke timur. Saya malah curiga, Abussidik Jilid II akan terjadi seperti yang dilakukan Pakde Karwo dan Gus Ipul dalam Pilgup kemarin”, demikian prediksi Zainuri, MP, pemerhati politik dari Sumekar Network kepada MaduraExpose.com, Kamis.

Kendati demikian, pihaknya juga tidak menafikan, jika pada akhirnya muncul keinginan dari para pendukung maupun simpatisan Achmad Fauzi untuk membelokkan keinginannya sebagai Cawabup nya Busyro Karim.

“Medan politik itu selalu berbicara diatas kemungkinan. Belakangan ini, rating saudara Fauzi itu terus naik setelah dikabarkan akan digandeng incumbent. Kemungkinan maju sendiri menjadi Cabup sangat ada. Itu bergantung kepada PDI Perjuangan untuk merekomendasikannya”, imbuhnya.

Sementara Achmad Fauzi sendiri, hingga saat ini belum bisa memberikan keterangan, karena terbentur kondisinya yang kurang sehat, setelah beberapa bulan terakhir belusukan ke sejumlah tokoh masyarakat bersama sejumlah petinggi Partai PDI Perjuangan, baik dari kalangan pengurus maupun dari kalangan politisi parlemen.

(m2d/fer)