http://www.policeline.co/

https://www.youtube.com/watch?v=DZIrFpWoaGs&index=2&list=LL8EqvtAP_0jsMbPwJr27RTA

MADURA EXPOSE–Sedikitnya 800 pedagang kaki lima (PKL) Taman Adipura yang menjadi korban relokasi secara serentak mendatangi kantor Pemkab guna menagih janji-janji wabup Achmad Fauzi yang dianggap merugikan ratusan para pedagang tersebut, Kamis (11/08/2016).

Dalam orasinya, ratusan PKL mendesak Wabup secepatnya mengembalikan para pedagang tersebut yang lebih sebulan terlantar di area lapangan Giling, Kecamatan Kota, Sumenep, Madura, terhitung sejak awal relokasi yang dilakukan pada 1 syawal 1437 H atau sehari setelah lebaran Idul Fitri.

“Pemerintah dalm hal ini wabup Fauzi harus seceptnya kembalikan PKL ke Taman Bunga, karena kasihan pedagang sangat terlantar. Ingat, mereka juga manusia. Dan kami tegaskan bahwa konsep tim relokasi gagal total,” ujar Ach Farid Azziyadi, korlap aksi ratusan PKL Paguyuban Taman Bunga saat berorasi didepan kantor Pemkab Sumenep, Madura, Jawa Timur, Kamis.

Melalui pengeras sound system, Farid melanjutkan orasinya, bahwa fakta hari ini, sejak PKL Taman Bunga direlokasi, keberadaan mereka benar-benar menderita dan sebagian lagi dikejar-kejar tagihan bank dan rentenir karena omset mereka di tempat relokasi (Giling) turn drastis.

“Kita do’akan semoga mata hati Wabup terbuka melihat penderitaan ratusan PKL yang tiap hari meratap dan menangis dalam penderitaan. Wabup dan tim relokasi harus bertanggung jawab,” tandasnya.

Ratusan PKL juga membeberkan janji mannis wabup Sumenep yang hingga detik tidak dietapati. Versi PKL yang berunjuk rasa, sebelum direlokasi, mereka dipersilahkan untuk kembali lagi ke Taman Bunga, andai kata penghasilan mereka di Giling tidak menjanjikan.

“Klo PKL sepi dan omsetnya menurun, silahkan kembali lagi ke taman bunga dan akan di tata. Tapi nyatanya ratusan PKL dibirakan terlantar begitu saja,”tandasnya menirukan ucapan para PKL yang berunjuk rasa menirukan janji Wabup kepada mereka jauh hari sebelum relokasi terjadi.

Untuk diketahui, ratusan PKL yang berunjuk rasa hari ini didepan Pemkab, didapmingi oleh aktivis Gerakan anti korupsi indonesia (GAKI). Para PKL ini juga menyerahkan rombong berisi sepatu bekas yang dihadiahkan kepaa Wabup Sumenep Achmad Fauzi.

“Ratusan PKL juga menggelar tahlil dan do’a bersama agar Wabup diberi petunjuk oleh Allah Subhanahu Wata’ala hingga tidak lagi menggunakan kekuasaan tangan besi yang mencekik perekonomian wong cilik”, pungkasnya. [Asm/Ferry]


loading...